SIRIKEMUNING-SAMPANG MADURA

SIRIKEMUNING-SAMPANG MADURA
rame-rame

Jumat, 13 Januari 2012

strategi pemasaran (Mizone&teh botol Sosro)


MAKALAH
KEWIRAUSAHAAN DAN PENGEMBANGAN BISNIS
(STRATEGI PEMASARAN)
Study Kasus Pada Pemasaran Produk Teh Botol Sosro Dan Minuman Isotonik Mizone




Anggota Kelompok:
Yuyun W
10.04.211.00018
Luluk. S
09.04.211.00094
Ana Mafruhatin
10.04.211.00007
Febyan k.S
09.04.211.00086
Siti Khoirul Umah
10.04.211.00030
Ainun Zariyah
09.04.211.00056
Halimatus Sa’dyah
10.04.211.00012
Nur Rizki aimanan
09.04.211.00106
Ellen Putri N
10.04.211.00096
Awinda fitria N
09.04.211.00058
Herwina lusitania
10.04.211.00073
Firraudusy aini
09.04.211.00011
Siti Muhimatul
10.04.211.00043
Sofiyanurriyanti
09.04.211.00034


Lianita septiana
09.04.211.00024
Dita Agustina W
09.04.211.00101
Suci Yanita pratiwi
09.04.211.00102


Muhimatul Afiyah
09.04.211.00042


Debby erita M
09.04.211.00036


Tiya Wulandari
09.04.211.00031





Jurusan Teknik idustri
Fakultas Teknik
Universitas Trunojoyo Madura
2011

Kata Pengantar
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa  yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya  sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan.
Tugas ini disusun untuk diajukan sebagai  tugas mata kuliah kewirausahaan dan Pengembangan bisnis dengan judul “Strategi pemasaran Study Kasus Pada Produk Teh Botol Sosro dan Minuman Isotonik Mizone “
Terima kasih disampaikan kepada Bapak Agus Salim selaku dosen mata kuliah kewirausahaan dan Pengembangan bisnis yang telah  memberikan kuliah demi lancarnya tugas ini.
Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas mata kewirausahaan dan Pengembangan bisnis.
                                                                       
Bangkalan, 13 oktober 2011


Penyusun


Daftar isi


BAB I
Dasar Teori
Organisasi adalah sekumpulan orang yang membentuk sebuah jaringan yang memiliki tujuan dan visi misi yang sama. Sama halnya dengan suatu perusahaan yang mempunyai produk yang memiliki suatu tujuan menjual produk-produk mereka sebanyak-banyaknya, oleh karena itu dalam mencapai tujuanya tersebut mereka membuat suatu strategi pemasaran.
2.1         Pentingnya Strategi
Strategi bagaimanapun sudah menjadi perbincangan yang sangat umum, orang yang berbeda mendefinisikannya sedemikian rupa untuk  satu kepentingan  perusahaan ataupun organisasi guna mencapai tujuan. Dari penelusuran  literatur yang berkaitan, diketahui bahwa  terminologi strategi mulanya digunakan dalam memenangkan peperangan. Artinya, strategi  lebih dahulu diterapkan di kalangan militer.  Sekarang strategi menjadi percakapan umum,  adapun kandungan yang termaktub di dalamnya adalah sekumpulan tindakan yang  dirancang untuk menyesuaikan (fitting) antara  kompetensi perusahaan dengan tuntutan eksternal  pada satu industri. Adapun keharusan menyusun strategi adalah untuk mencapai tujuan perusahaan  baik pada jangka menengah dan panjang. Strategi akan menjamin apakah perusahaan dapat bertahan atau berkembang pada masa yang akan datang. Merumuskan strategi bukanlah pekerjaan  mudah. Kendala  utama dalam perumusan strategi adalah komintmen internal terhadap apa yang telah dirumuskan sebagai konsekuensi Strategi. Dalam kaitan ini, Porter (1998) menjelaskan makna terpenting dari  pemahaman strategy adalah mengambil tindakan yang berbeda dari  perusahaan pesaing dalam satu industri guna mencapai posisi yang lebih baik. Artinya, adapun strategi  antar perusahaan dalam satu industri berbeda satu dengan lainnya, karena masing-masing perusahaan  mengalami kondisi internal dan tujuan yang berbeda, walau kondisi eksternal pada umumnya bisa saja sama. Selanjutnya diingatkannya bahwa  kegiatan operasional  bukanlah strategi, namun yang  lebih penting adalah bagaimana mengambil tindakan sehingga perusahaan dapat memperoleh posisi yang lebih baik. Salah satu yang terpenting  menurutnya adalah  memposisikan produk perusahaan lebih baik dimata konsumen. Untuk berhasil mengambil tindakan yang berbeda dari perusahaan saingan, maka perusahaan harus FOKUS. Tanpa fokus, perusahaan akan bergerak ke kiri dan ke kanan karena untuk  sementara hal  itu dianggap penting. Selain itu, fokus juga menunjukkan adanya keterbatasan sumberdaya untuk mengimplementasikan strategi ke dalam bentuk program, kebijakan,  anggaran, sampai ke prosedur. Kaplan dan Norton (1998), berkaitan dengan strategi, terus melakukan studi dan pengembangan sejak memperkenalkan ukuran yang dikenal sebagai Balanced Scorecard (BSC) secara tegas menyatakan bahwa tidak ada satu capaian tanpa dimulai dengan penyiapan strategi. Adapun capaian yang diperoleh satu perusahaan adalah hasil daripada penerapan strategi. Tanpa strategi perusahaan tidak akan mencapai apa-apa, dan bilamana terjadi kegagalan, maka strategilah yang pertama kali dipertanyakan? Apakah strategi tepat atau tidak.
2.2         Tahap- Tahap sebelum membuat strategi pasar
Dalam persaingan di dalam pasar kita mengetahui beberapa pemeran dalam pasar tersebut yaitu:
2.2.1  Pemimpin Pasar (Market leader)
Adalah Perusahaan yang diakui oleh industri yang bersangkutan sebagai pemimpin. Lebih unggul dari perusahaan lain dalam hal pengenalan produk baru, perubahan harga, jaringan distribusi dan intensitas promosi. Merupakan pusat orientasi pesaing (diserang, ditiru atau dijauhi).
Contoh : Indomie, Teh Botol Sosro, Coca cola, Telkomsel, dll.
Strategi Market Leader:
           Mengembangkan Pasar Keseluruhan
           Mencari pemakai baru.
           Konsumen yg tidak memakai tetapi potensial.
o    Contoh gebrakan baru yang dilakukan oleh Market Leader:
- Kosmetik oil of olay utk remaja.
- Produk baru Teens Rexona utk ABG putri.
- Honda Supra Fit R “my first Bike”
- Biskuit bayi Milna utk bayi
o    Konsumen yang belum memakainya
- Penggunaan deodoran pada pria
  Konsumen yang belum mengenalnya.
- Ekspansi di daerah lain
  contoh. Waralaba.
o    Mencari kegunaan baru:
Riset untuk mengembangkan fungsi baru dari produk
contoh.
Blue Band Margarine
Nylon selain bahan parasut juga bahan untuk pakaian, ban, dll
Mie instan tidak hanya dikonsumsi langsung, tapi sebagai bahan baku makanan lainnya.
2.2.2        Penantang Pasar (Market Challenger)
            Adalah Perusahaan "runner up" yang secara konstan berusaha memperluas pangsa pasarmereka yang dalam usahanya berhadapan langsung dengan pemimpin pasar.
Karakteristiknya :
-   Biasanya merupakan perusahaan besar dipandang dari sudut volume penjualan dan laba (pangsa pasarnya +30%).
-   Selalu berupaya mencari kelemahan pemimpin pasar dan berusaha menyerangnya baik langsung atau tidak langsung.
-   Memusatkan upaya mereka pada tindakan mengambil alih perusahaan-perusahaan yang lemah.
Contoh: Perusahaan Pepsi Cola, Indosat, Satelindo celluler.
o    Menentukan lawan dan sasaran strategi
Penyerang dapat memilih salah satu dari 3 jenis perusahaan :
-    Perusahaan pemimpin pasar
-    Perusahaan setara/sebanding yang tidak berjalan normal dan kekurangan dana
-    Perusahaan kecil lokal dan regional yang tidak berjalan dengan baik dan kekurangan dana. Memilih strategi penyerangan 2 hal yang perlu diperhatikan :
Sebaiknya tidak melakukan penyerangan kecuali bila tujuan tidak dapat dicapai dengan cara lain. Agar penyerangan harus berhasil, maka penyerangan harus lebih superior dari pada pihak yang diserang.
2.2.3        Pengikut Pasar Market Follower
            Adalah Perusahaan yang mengambil sikap tidak mengusik pemimpin pasar dan hanya puas dengan cara menyesuaikan diri terhadap kondisis-kondisi pasar.
Karakteristiknya :
-   Selalu menonjolkan ciri khasnya kepada pasar sasaran seperti lokasi, pelayanan, keunggulan produk dll.
-   Memilih untuk meniru produk dari pada menyerang mereka. Laba tinggi karena tidak ada beban tinggi untuk inovasi.
Contoh : Produk minuman serbuk cola-cola meniru produk minuman cocacola.
Cloner
Upaya untuk meniru dan menyamai segmen pasar dan bauran pemasaran pemimpin pasar. Dianggap parasit karena sedikit sekali tindakan untuk menstimulasi pasar. Kasus ekstrim tindakan menjiplak, membajak dan memalsukan produk pesaing.
Imitator
Melakukan differensiasi tapi tetap meniru pemimpin pasar dalam hal pembaruan pasar dan bauran pemasaran.Dapat diterima oleh pemimpin pasar karena tidak mengganggu kegiatan pemasaran dan perusahaan pemimpin pasar tidak dianggap monopoli.
Adapter
Mencontoh produk pemimpin pasar, memproduksinya dengan improvisasi
Penjualan dilakukan pada pasar yang berbeda agar terhindar dari konfrontasi langsung.
2.2.4        Pengisi Celah Pasar (Market Nicher)
            Adalah Perusahaan yang khusus melayani sebagaian pasar yang diabaikan perusahaan besar dan menghindari bentrok dengan perusahaan besar.
Karakteristiknya :
-   Spesialisasi secara geografis.
-   Perusahaan yang daya beli dan ukurannya yang cukup besar agar bisa menguntungkan.
-   Memiliki potensi untuk berkembang.
Contoh : Produk star one dari indosat satelindo celluler untuk pemakaian mobile phone CDMA yang pada awalnya di pasarkan di Jawa Timur saja.
Strategi Market Nicher
Gagasan pokok adalah spesialisasi
-   Spesialis pemakai akhir
Bank khusus untuk melayani satu golongan : Bank pensiunan
-   Spesialis tingkat vertikal
Khusus dalam saluran distribusi produksi : Unit Industri Bobin PTPN X
-   Spesialis ukuran pelanggan
Melayani konsumen yg diabaikan oleh perusahaan : Distro pakaian big size utk baju ukuran besar di Bandung.
-   Spesialis pelanggan tertentu
Penjualan output pada satu perusahaan saja
-   Spesialis geogrfis
Melayani satu wilayah khusus saja : Kendari Pos.
-   Spesialis produk atau lini produk
Spesifik pada satu bagian dari produk : industri laboratorium, ada perusahaan yang hanya memproduksi lensa mikroskop saja.
-   Spesialis sifat atau karakter produk
Produksi pada satu jenis produk saja: perusahaan transportasi PJKA
-   Spesialis pesanan
Produksi berdasarkan orderan pelanggan : perusahaan industri kerajinan
-   Spesialis kualitas atau harga
Berorientasi pada satu segmen golongan konsumen saja : butik
-   Spesialis jasa
Menyediakan jasa yang lain : pegadaian, rumah persemayaman.
-   Spesialis saluran distribusi


BAB II
Study kasus pada Teh Botol Sosro
(Yang merupakan Produk pelopor (brand))
          Produk minuman sosro Sosro sudah mendapatkan brand “teh botol” yang didapatkannya, persis seperti aqua menjadi brand pada air putih. Berikutnya Sosro semakin kuat karena jaringan distribusi Teh Botol yang sangat kuat sampai di titik akhir pelosok. Persis seperti Aqua dengan air putihnya, pemain lain terlambat masuk di segmen teh dalam botol, karena menganggap lalu ide air teh masuk dalam botol.
2.1 Marketing Produk Teh Botol Sosro
a.       Segmentasi Produk
PT. Sinar Sosro merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang agro industri yang memproduksi berbagai macam produk dengan menggunakan pucuk daun teh sebagai salah satu bahan baku utamanya, dimana salah satu produknya adalah Teh Botol Sosro. Teh Botol Sosro merupakan produk teh siap minum pertama di Indonesia yang di kemas dalam botol dan telah dikenal oleh masyarakat luas.
Persaingan yang begitu ketat dari banyaknya teh dalam kemasan botol yang beredar di pasaran. Berdasarkan data pada PT. Sinar Sosro terdapat tujuh merek teh dalam kemasan botol yang beredar di Indonesia, yaitu Teh Botol Sosro, Fruit Tea, TEBS, S-tee, Frestea, Tekita.
PT. Sinar Sosro pada saat ini dihadapkan pada berbagai saingan produk minuman ringan yang tidak hanya dari pesaing lokal, namun juga pesaing asing. Persaingan berbagai merek teh dalam kemasan botol membuat perusahaan lebih berhati – hati dalam merancang strategi pemasarannya.
Perusahaan akan berhasil memperoleh pelanggan dalam jumlah yang banyak apabila dinilai memiliki citra baik dalam benak konsumen. Terciptanya citra baik dalam benak konsumen akan menumbuhkan kepuasan pelanggan yang dapat memberikan beberapa manfaat.
Keberhasilan Sosro tidak lepas dari brand “teh botol” yang didapatkannya, persis seperti aqua menjadi brand pada air putih. Berikutnya Sosro semakin kuat karena jaringan distribusi Teh Botol yang sangat kuat sampai di titik akhir pelosok. Persis seperti Aqua dengan air putihnya, pemain lain terlambat masuk di segmen teh dalam botol, karena menganggap lalu ide air teh masuk dalam botol.
Yang masih kurang dari Teh Botol adalah upaya – upaya mempertahankan image secara above the line. Upaya iklan di media massa, event, maupun promosi yang akan terus membuat teh botol tertancap di kepala konsumen masih jarang dilakukan. Terkesan Teh Botol merasa sudah besar dan yakin dengan penetrasi produk yang telah dilakukannya sehingga tidak perlu lagi melakukan promosi above the line secara intensif.
b.       Targetting
Identifikasi target pasar adalah merupakan langkah awal yang dibutuhkan dalam perencanaan dan pengembangan strategi pemasaran. Dalam situasi dimana konsumen menghadapi banyak pilihan, maka kesuksesan pemasaran produk akan banyak ditentukan oleh kesesuaian produk.
Target dari teh botol ini adalah yang menyukai rasa asli teh (non fruity) dan praktis, para supir atau pejalan kaki. Diberikanlah kemasan botol yang praktis dan disediakan di kios – kios yang ada di pinggir jalan. Jadi jika ada yang haus, ya tinggal minum sosro. Plus ditempatkan dalam boks es, sehingga menjadi dingin. Sosro memiliki target pasar yang jelas, dengan target orang yang sedang melakukan perjalanan. Pada waktu itu, strategi promosi yang dilakukan juga baik dengan menetapkan harga tidak lebih dari biaya parker pada waktu itu (mengingat target adalah orang yang sedang melakukan perjalanan). Pada waktu pengenalan produk, Sosro juga memiliki keunggulan kompetitif karena merupakan teh siap minum dalam kemasan botol yang dipasarkan pertama kali di Indonesia.
c.        Positioning
“Teh untuk siapa saja”
Sosro melakukan positioning dengan mengedukasi masyarakat agar tidak merasa aneh untuk meminum teh dalam kemasan botol dan dengan diasajikan dingin. Karena pada awal kemunculan produk, masyarakat Indonesia masih terbiasa untuk minum teh yang disajikan panas. Ternyata proses diferensiasi yang dilakukan Sosro membuahkan hasil baik, sehingga Sosro dikenal sebagai minuman teh dalam kemasan botol yang dapat memberikan kesegaran. Dalam perkembangannya, untuk bersaing dengan competitor Sosro mulai melakukan kampanye bahwa dengan mengkonsumsi teh akan membuat tubuh menjadi sehat, karena  teh mengandung anti oksidan. Hal ini menambah keunggulan kompetitif dari Sosro.
2.2         Taktik Marketing
a.      Selling
Teh Botol Sosro didistribusikan ke pelosok – pelosok daerah. Konsumen menjadi tidak sulit membeli the botol sosro karena mudah di cari dan harganya terjangkau.
b.      Marketing Mix
·            Product
Rasa teh asli yang kini bervariasi dengan ditambahkan aroma buah – buahan dan daun teh melati.
  • Harga
Antara Rp 3000,00 hingga Rp 5000,00.
  • Place
Supermarket, minimarket bahkan warung kecil dan gerobak.
c.        Karakteristik Konsumen
  1. Demografi
  • Usia                 : Anak – anak (usia 9 sampai 12 tahun)
– Remaja (usia 13 sampai 18 tahun)
– Dewasa
  • Jenis Kelamin   : Pria dan Wanita
  • Pekerjaan          : Semua orang yang mempunyai pekerjaan
  • Pendidikan       : Semua golongan masyarakat
d.      Psikografis
Orang yang menyukai minuman teh yang mempunyai rasa alami dan berkualitas.
e.       Geografis
Wilayah pemasaran untuk konsumen adalah seluruh wilayah Indonesia baik di kota – kota besar maupun daerah – daerah. Deferensiasi : Produk Teh Botol Sosro berbeda dari yang lain karena teh ini di kemas dalam botol dan rasa khas tehnya sangat kuat. Ditambah lagi dengan aroma buah-buahan dan melati.
2.3   VALUE MARKETING
a. Brand
Apapun makannya, minumnya teh botol sosro” di munculkan. Slogan ini tidak saja mengguncang sesama produk teh namun juga produk minuman secara keseluruhan. Teh dalam kemasan botol yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat umum. Karena Teh Botol minuman untuk semua orang.
b.  Proses
Dalam era globalisasi ini, pembangunan ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi Negara lain. Kerjasama Negara – Negara baik bilateral maupun multilateral semakin marak dan terus berkembang dari segala bidang. PT. Sinar Sosro adalah perusahaan yang mempromosikan minuman ringan dengan ciri khas teh asli. PT. Sinar Sosro mengembangkan produk minuman teh rasa asli yaitu Teh Botol Sosro. Karena produk teh ini merupakan salah satu produk yang menawarkan kualitas produknya dalam menarik minat beli konsumen, karena sebagai minuman teh tanpa bahan.
Saat ini, dunia persaingan minuman isotonic sangat ketat. Pocari Sweat sebagai pelopor minuman isotonik masih merajai  pasar. Kemudian muncul Mizone yang mulai mengancam dan dalam waktu satu tahun mampu  merebut pangsa pasar konsumen minuman isotonik sebesar 30%. Persaingan pun makin ketat dengan munculnya berbagai merek minuman isotonik yang menawarkan keunggulannya masing-masing. Produsen harus pandai menyusun strategi untuk menciptakan awareness produk dan menciptakan mindset positif  bagi konsumen. Sampai saat ini, Mizone masih bertahan  di peringkat kedua  dan terus mengoptimalkan strategi marketing mix-nya  (Product, Price, Place, Promotion ) dalam  merebut pangsa pasar lebih besar di bidang minuman isotonik.
Dalam hal ini, Mizone sebagai pemain baru dalam minuman isotonik menunjukkan keberhasilan strategi marketing mix yang dijalankannya.






Study Kasus
Minuman isotonik Mizone
( Merupakan jenis Produk Penantang Pasar (Market Challenger))
       Mizone merupakan produk yang masuk kategori Penantang Pasar (Market Challenger) ,dari produk yang Pocari sweet yang merupakan produk minuman isotonik yang pertama.
2.4 Strategi Pemasaran Mizone Dengan Marketing Mix
Marketing mix merupakan suatu alat marketing yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan marketing dalam pasar target. Mizone sebagai pendatang baru minuman isotonik menunjukkan eksistensinya dengan mengoptimalkan unsur 4 P marketing mix (Produk, Harga, Distribusi, Promosi) yang kompetitif . Launching produk pada saat yang tepat, variasi rasa yang disukai konsumen, harga yang terjangkau semua kalangan, ketersediaannya yang merata hampir di seluruh pelosok, serta strategi promosi yang edukatif dan kreatif mampu mereduksi pangsa pasar market leader minuman isotonik (Pocari Sweat) sebesar 30% dan menempati urutan kedua market share kategori minuman isotonik.
a.         Produk
Mizone yang diproduksi oleh Danone Aqua merupakan kategori minuman isotonik bernutrisi. Diluncurkan pertama kali pada 27 September 2005 di Surabaya dengan rasa orange lime yang menyegarkan, rasa passion fruit yang memanjakan selera, dan pada Juni 2008 meluncurkan  varian baru dengan rasa lychee lemon yang sensasional. Mengandung Hydromaxx yaitu : Vitamin B1, B3, B6, dan B12 untuk membantu metabolisme karbohidrat menjadi energi, Vitamin C, sebagai antioksidan untuk menjaga kahidupan sel dalam tubuh, dan elektrolit untuk menggantikan mineral yang hilang akibat pengeluaran keringat. Bahan dasar Mizone menggunakan air mineral Aqua dan sari buah alami melalui proses kristalisasi. Mizone sendiri merupakan produk yang sudah terkenal di Australia, New Zealand, dan Cina.


b.     Harga
Dari segi harga, Mizone sangat kompetitif sekitar Rp 4500 untuk isi 330 mL, jika dibandingkan dengan isotonik dalam kemasan kaleng yang yang harganya sekitar Rp 7500 untuk isi 330 ml.
c.     Distribusi
Distribusi Mizone berorientasi nasional menggunakan jalur distribusi Aqua yang sangat luas, kuat di pasar tradisional (mudah dijumpai di warung dan toko-toko yang menjual produk Aqua). Sampai ada suatu istilah di kalangan distributor “di mana ada Aqua, disitu ada Mizone”.
d.   Promosi
Target pasar Mizone adalah semua  kalangan umur, namun dalam kampanyenya lebih ditujukan kepada kalangan usia 18-35 tahun dengan aktivtas yang dinamis.  Mizone melakukan kampanye besar-besaran lewat placement iklan di televisi (TV), radio, media cetak, dan media luar ruang. Belanja iklan Mizone sepanjang 2006 paling besar dibandingkan kompetitornya, yaitu sebesar 46,1 milyar. Pada Agustus 2006, Mizone mengadakan sampling road show di beberapa kota besar pada pusat keramaian. Mizone memasuki sekolah dengan membuat iklan dan pembuatan logo Mizone pada lapangan olahraga (lapangan basket) serta di white board SMA ternama di beberapa kota besar. Momen puasa (November 2006) menjadi peluang Mizone dalam mempromosikan produknya. Mizone melakukan berbagai variasi program baik di radio, games pada pusat keramaian, dan 2 iklan komersial di TV. Program “It’s Mizone Time” pada beberapa stasiun radio di Jakarta, Surabaya dan Bandung yang menawarkan kuis yang menarik serta penerbitan buletin dengan tema yang unik bertajuk “Recharge your Body during Fasting Month” yang tersebar di beberapa supermarket/ mall, masjid, kampus, dan kantor memperkenalkan Mizone pada masyarakat luas.
Memasuki tahun 2008, strategi pemasaran Mizone diarahkan untuk mengomunikasikan benefit produk. Dari sisi kreatif, Mizone berusaha keluar dengan kampanye berupa testimonial yang disebut “Tantangan Mizone Jadi 100% Kamu”. Konsumen dipiih secara acak untuk minum Mizone selama 8 hari. Kemudian, merekam aktivitas minimal 5 menit setiap hari setelah minum Mizone. Dari event itu, Mizone berhasil membuat 12 versi iklan dengan 3 konsumen berbeda. Langkah ini mampu meningkatkan interaktivitas dan customer engangement antara konsumen dengan Mizone.  Memasuki Juni 2008, Mizone tetap fokus untuk mengomunikasikan benefit-nya. Kali ini, dengan menggunakan karakter animasi untuk memvisualisasikan tiga aspek benefit produknya: mibody (stamina), mimind (konsentrasi), dan mimood (semangat).


BAB III
Kesimpulan
Tabel  3.1 Perbandingan Strategi Pemasaran Teh Botol Sosro Dan Mizone

Teh Botol Sosro
Mizone
Peran produk
Brand minuman teh botol
Penantang pasar ( produk yang baru,dan ingin menyaingi minuman isotonik yang sudah ada ”pocari sweet”)
Taktik Pemasaran
1.Sasaran yang dituju adalah semua kalangan baik anak-anak dan orang dewasa.
2. Pemasaran produk ini di semua tempat dari mulai kota sampai pelosok. Dari mulai warung,outlet atau swalayan.
3. Harga yang sangat terjangkau.
4. Rasa khas dari teh tetap dipertahankan (tidak ada fariasi rasa)
1.Sasaran yang dituju adalah kalangan dewasa,usia produktif yang aktif bekerja.
2.Pemasaran mizone ini mengikuti pemasaran minuman aqua yang sudah menjadi brand air putih kemasan (marketing Mix)
3.harga yang terjangkau sebagai minuman isotonik.
4. Rasa yang berfariasi akan membuat konsumen bisa memilih ras asesuai keinginan.
Promosi
Teh botol sosro tidak terlalu membuat iklan atau promosi yang gencar,karena pihak perusahaan yang sudah yakin akan produknya yang menjadi Brand teh botol.
Mizone melakukan periklanan gencar-gencaran baik media cetak,televisi dan radio. Karena produk ini adalah barang baru. Penantang pasar pocari sweet.
Daftar pustaka
3.      www.waspada.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar